Latihan Perdana Kak Ayun

II. MANAJEMEN PESERTA DIDIK    
A.       Pengertian Manajemen Peserta Didik

Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia jalur, jenjang dan jenis pendidikan tertentu (UUSPN: 2003). Sedangkan manajemen peserta didik adalah seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja serta pembinaan secara kontinu terhadap seluruh peserta didik (dalam lembaga pendidikan yang bersangkutan) agar dapat mengikuti proses PBM dengan efektif dan efisien.
Dari pengertian beberapa ahli, bisa dikatakan bahwa peserta didik adalah orang/individu yang mendapat pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan agar tumbuh dan berkembang dengan baik serta mempunyai kepuasan dalam menerima pelajaran yang diberikan oleh pendidiknya. Demikian juga Hamalik menambahkan bahwa siswa adalah suatu organisme yang hidup, di dalam dirinya beraneka ragam kemungkinan potensi yang hidup dan berkembang.
Dari pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Manajemen Peserta Didik atau Pupil Personnel Administration adalah layanan yang memusatkan perhatian pada pengaturan, pengawasan, dan layanan siswa di kelas dan di luar kelas seperti: pengenalan, pendaftaran, layanan individual seperti penggembangan keseluruhan kemampuan, minat, kebutuhan sampai ia matang di sekolah.
Manajemen Peserta Didik juga dapat diartikan sebagai suatu proses pengurusan segala hal yang berkaitan dengan siswa di suatu sekolah mulai dari perencanaan, penerimaan siswa, pembinaan yang dilakukan selama siswa berada di sekolah, sampai dengan siswa menyelesaikan pendidikannya di sekolah. Dengan kata lain manajemen kesiswaan merupakan keseluruhan proses penyelenggaraan usaha kerjasama dalam bidang kesiswaan dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran di sekolah.
Dengan demikian Manajemen Peserta Didik itu bukanlah dalam bentuk kegiatan-kegiatan pencatatan peserta didik saja, melainkan meliputi aspek yang lebih luas, yang secara operasional dapat dipergunakan untuk membantu kelancaran upaya pertumbuhan dan perkembangan peserta didik melalui proses pendidikan.

B.       Tujuan, fungsi, peran dan ruang lingkup Manajemen Peserta Didik

Tujuan Manajemen Peserta Didik adalah mengatur kegiatan-kegiatan peserta didik agar kegiatan-kegiatan tersebut menunjang proses pembelajaran di lembaga pendidikan (sekolah); lebih lanjut, proses pembelajaran di lembaga tersebut (sekolah) dapat berjalan lancar, tertib dan teratur sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan sekolah dan tujuan pendidikan secara keseluruhan. Tujuan Manajemen Peserta Didik adalah menata proses kesiswaan mulai dari perekrutan, mengikuti pembelajaran sampai dengan lulus sesuai dengan tujuan institusional yang berlangsung secara efektif dan efisien.
Fungsi Manajemen Peserta Didik adalah sebagai wahana bagi peserta didik untuk mengembangakan diri seoptimal mungkin, baik yang berkenaan dengan segi-segi individualitasnya, segi sosial, aspirasi, kebutuhan dan segi-segi potensi peserta didik lainnya.
Agar tujuan dan fungsi manajemen peserta didik dapat tercapai, ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaannya. Prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
a.       Penyelenggara harus mengacu pada peraturan yang berlaku pada saat program dilaksanakan.
b.       Manajemen peserta didik harus mempunyai tujuan yang sama dan atau mendukung terhadap tujuan manajemen sekolah secara keseluruhan.
c.        Segala bentuk kegiatan manajemen peserta didik haruslah mengemban misi pendidikan dan dalam rangka mendidik peserta didik.
d.       Kegiatan-kegiatan manajemen peserta didik haruslah diupayakan untuk mempersatukan peserta yang mempunyai keragaman latar belakang dan punya banyak perbedaan.
e.       Kegiatan manajemen peserta didik haruslah dipandang sebagai upaya pengaturan terhadap pembimbingan peserta didik.
f.        Kegiatan manajemen peserta didik haruslah mendorong dan memacu kemandirian peserta didik.
g.       Kegiatan manajemen peserta didik haruslah fungsional bagi kehidupan peserta didik, baik di sekolah lebih-lebih di masa depan
Manajemen peserta didik itu bukanlah dalam bentuk pencatatan data peserta didik saja, melainkan meliputi aspek yang lebih luas yang secara operasional dapat digunakan untuk membantu kelancaran upaya pertumbuhan dan perkembangan peserta didik melalui proses pendidikan di sekolah.

Ruang lingkup Manajemen Peserta Didik itu meliputi:
1.        Analisis Kebutuhan Peserta Didik

Langkah pertama dalam kegiatan manajemen peserta didik adalah melakukan analisis kebutuhan yaitu penetapan siswa yang dibutuhkan oleh lembaga pendidikan (sekolah). Kegiatan yang dilakukan dalam langkah ini adalah:
a.       Merencanakan jumlah peserta didik yang akan diterima.
b.       Menyusun progam kegiatan kesiswaan.

2.       Rekruitmen Peserta Didik

Rekruitmen peserta didik di sebuah lembaga pendidikan (sekolah) pada hakikatnya adalah merupakan proses pencarian, menentukan dan menarik pelamar yang mampu untuk menjadi peserta didik di lembaga pendidikan (sekolah) yang bersangkutan.
Langkah-langkah rekruitmen peserta didik (siswa baru) adalah sebagai berikut:
a.       Pembentukan panitia penerimaan siswa baru.
b.       Pembuatan dan pemasangan pengumuman penerimaan peserta didik baru yang dilakukan secara terbuka.

3.       Seleksi Peserta Didik

Seleksi peserta didik adalah kegiatan pemilihan calon peserta didik untuk menentukan diterima atau tidaknya calon peserta didik menjadi peserta didik di lembaga pendidikan (sekolah) tersebut berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Adapun cara-cara seleksi yang dapat digunakan adalah:
a.       Melalui tes atau ujian.
b.       Melalui penelusuran bakat kemampuan.
c.        Berdasarkan nilai STTB/SKHU atau nilai UAN.

4.       Orientasi

Orientasi peserta didik adalah kegiatan penerimaan siswa baru dengan mengenalkan situasi dan kondisi lembaga pendidikan (sekolah) tempat peserta didik itu menempuh pendidikan. Tujuan diadakannya orientasi bagi peserta didik antara lain:
a.       Agar peserta didik dapat mengerti, memahami dan mentaati segala peraturan yang berlaku di sekolah.
b.       Agar pesera didik dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan sekolah.
c.        Agar peserta didik siap menghadapi lingkungannya yang baru baik secara fisik, mental dan emosional sehingga ia merasa betah dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah serta dapat menyesuaikan dengan kebutuhan sekolah.

5.      Penempatan Peserta Didik (Pembagian Kelas)

Sebelum peserta didik yang telah diterima pada sebuah lembaga pendidikan (sekolah) mengikuti proses pembelajaran, terlebih dahulu perlu ditempatkan dan dikelompokkan dalam kelompok belajarnya. Pengelompokan peserta didik yang dilaksanakan pada sekolah-sekolah sebagian besar didasarkan kepada sistem kelas.

6.      Pembinaan dan Pengembangan Peserta Didik

Pembinaan dan pengembangan peserta didik dilakukan sehingga anak mendapatkan bermacam-macam pengalaman belajar untuk bekal kehidupannya di masa yang akan datang.

7.       Pencatatan dan Pelaporan
Pencatatan dan pelaporan tentang kondisi peserta didik perlu dilakukan agar pihak lembaga dapat memberikan bimbingan yang optimal pada peserta didik.
8.      Kelulusan dan Alumni
Proses kelulusan adalah kegiatan paling akhir dari manajemen peserta didik. Kelulusan adalah pernyataan dari lembaga pendidikan (sekolah) tentang telah diselesaikannya program pendidikan yang harus diikuti oleh peserta didik. Ketika peserta didik sudah lulus, maka secara formal hubungan antara peserta didik dan lembaga telah selesai. Namun demikian, diharapkan hubungan antara para alumni dan sekolah telah terjalin. Hubungan antara sekolah dan para alumni dapat dapat dipelihara lewat pertemuan-pertemuan yang diselenggarakan oleh para alumni yang tergabung dalam IKA (Ikatan Alumni) dan biasanya melakukan suatu kegiatan yang disebut “reuni”.

III. MENEJEMEN PERSONEL

A.       Pengertian Manajemen Personil (tenaga kependidikan)

Personalia ialah semua aggota organisasi yang berkerja untuk  kepentingan organisasi yaitu untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan. Personalia organisasi pendidikan mencakup para guru, para pegawai, dan para wakil siswa/mahasiswa. Termasuk juga para manejer pendidikan yang mungkin dipegang oleh beberapa guru.
Yang dimaksud dengan manajamen personil adalah segenap proses penaqtaan yang bersangkut paut dengan masalah memperoleh dan menggunakan tenaga kerja untuk demi tercapainya tujuan sekolah yang telah ditentukan sebelumnya.
Selanjutnya yang dimaksud dengan segenap proses penataan adalah semua proses yang meliputi :
a.       Perencanaan pegawai
b.       Cara memperoleh tenaga kerja yang tepat
c.        Cara menempatkan dan penegasan
d.       Cara pemeliharaannya
e.       Cara pembinaannya
f.        Cara evaluasinya
g.       Cara pemutusan hubungan kerja
Jenis personil di sekolah  ada beberepa, jika ditinjau dari tugasnya :
a.       Tenaga pendidik terdiri atas pembimbing, penguji, pengajar dan pelatih.
b.       Tenaga fungsiaonal pendidikan terdiri ataspenilik, peawas, peneliti dan pengembang di bidang pendidikan  dan pustakawan.
c.        Tenaga teknis kependidikan terdiri atas laboran dan teknisi sumber belajar.
d.       Tenaga pengelola satuan pendeidikan terdiri atas kepala sekolah, derektur, ketua, rektor dan pimpinan satuan pendidikan luar sekolah.
e.       Tenaga administratif: StafTata Usaha. Jika ditinjau dari statusnya, maka pada lembaga negeri terdapat pegawai tetep, pada lembaga swasta terdapat pegawai yang diperbantukan, pegawai yayasan dan pegawai honorer.
Menurut UUSPN No. 20 Tahun 2003 khususnya Bab I Pasal 1 ayat (5) menyebutkan bahwa tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan. Dimana tenaga kependidikan tersebut memenuhi syarat yang ditentukan oleh undang-uandang yang berlaku, diangkat oleh pejabat yang berwenang, diserahi tugas dalam suatu jabatan dan digaji pula menurut aturan yang berlaku.
B.       Rekruitmen Pegawai

Pengadaan pegawai terjadi bukan saja pada saat pendirian suatu lembaga atau instansi, tetapi juga terjadi pada lembaga atau instansi yang sudah lama berdiri. Pengadaan pegawai terjadi jika:
1.        Ada perluasan  pekarjaan yang arus dicapai yang disebabkan oleh kerena tujuan instansi atau karena tambahan besarnya beban tugas sehingga tidsk terpikul oleh tenaga-tenaga yang sudah ada.
2.       Ada salah satu atau lebih pegawai yangkeluar atau mutasi ke kantor lain, atau karena meninggal sehingga ada lowongan formasi baru.
Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pengadaan tenaga kependidikan adalah:
a.       Formasi (benar-benar diperlukan tambahan tenaga edukatif).
b.       Mengacu pada analisa jabatan yang telah disusun agar sesuai dengan kualifikasi maupun syarat yang ditentukan.
c.        Objektif, artinya dalam pelaksanaan tenaga kependidikan tidak menganut nepotisme dan kolusi ( pemberian sesuatu).
d.       The right man on the right place, kesesuaian tugas dengan kemampuan yang dimiliki pegawai.
Jika ditanyakan  bahwa ada lowongan  dan  membutuhkan pegawai baru,  maka lembaga tersebut mencari tenaga baru dengan cara :
1.        Sumber dari dalam  lembaga
Upaya penarikan pegawai dapat dilakukan melalui proses memutasikan pegawai berdasarkan hasil evaluasi terhadap penilaian prestasi kerja . Ada tiga bentuk mutasi pegawai yaitu :
a.       Promosi jabatan yaitu pemindahan pegawai dari suatu jabatan tingkat jabatan yang lebih tinggi daripada jabatan sebelumnya.
b.       Rotasi pekerjaan adalah pemindahan bidang pekerjaan pegawai kepada bidang pekerjaan lainnya tanpa mengubah tingkat jabatan.
c.        Demosi jabataan adalah penurunan jabatan pegawai dari suatu jabatan tingkat jabatan yang lebih rendah atas dasar prestasi kerja atau terjadi penyederhanaan struktur organisasi.
2.       Sumber dari luar lembaga
a.       Iklan media masa
Dalam hal ini lembaga dapat memanfaatkan media masa sebagai sumber penawaran formasi kerja kepada masyarakat luas.

b.       Lembaga pendidikan
Dengan melalui lembaga pendidikan dapat memanfaatkan referensi atau rekomendasi dari pemimpin lembaga pendidikan mengenai calon yang memenuhi kualifikasiyang tepat untuk mengisi formasi yang ada.

c.        Lamaran kerja yang sudah masuk di lembaga
Melalui lamaran kerja yang sudah masuk di lembaga dapat langsung menyeleksi lamaran yang memenuhi kebutuhan untuk mengisi formasi yang ada di lembaga tersebut.

C.       Pengangkatan dan Penugasan Pegawai

Penempatan dan penugasan berkaitan erat dengan pengangkatan seseorang dalam suatu kedudukan dan jabatan tertentu. Prinsip dasar pengangkatan dan penempatan tenaga kependidikan harus adalah kesesuaian tugas dengan kemampuan yang dimilki pegawai tersebut. Menurut Hadari Nawawi, langkah pengorganisasian dalam kegiatan penempatan harus dilakukan dengan mempertimbangkan minat, bakat, kemampuan dan berat ringannya tugas yang akan dipikul bagi setiap personil.
Menurut Undang-undang Republik Indonesia UU no. 43 tahun 1999 pokok-pokok kepegawaian terdapat klasifikasi :
1.        Pegawai negeri yaitu mereka yang telah memenuhi syarat yang ditentukan, diangkat dengan gaji menurut peraturan pemerintah yang berlaku dan diperkerjakan dalam suatu jabatan negeri oleh pejabat negara.
2.       Pegawai negara yaitu pegawai yang diangkat untuk menduduki jabatan negara untuk satu periode tertentu.
Peraturan dalam pengangkatan pegawai negeri sipil adalah PP no.3 tahun 1980, pangkat-pangkat yang diberikan untuk pengangkatan pertama adalah :
1.        Juru muda ( gol. I/a ) bagi mereka yang memiliki STTB SD.
2.       Juru muda tingkat I ( gol. I/b ) untuk yang memiliki STTB SMU/SMK 3 th.
3.       Juru ( gol.I/c ) untuk yang memiliki STTB SMK 4 th,
4.       Pengatur muda ( gol. II/a ) untuk yang memiliki STTB SMU tingkat atas, SMK tingkat atas.
5.      Pengatur muda tingkat I ( gol.II/b ) untuk sarjana muda, Diploma III, politeknik.
6.      Pengatur ( gol II/c ) untuk ijazah akta III.
7.       Penata muda untuk ijazah sarjana, Dokter, Apoteker, pasca sarjana, spesialis I dan akta IV.
8.      Penata muda tingkat I ( gol III/b ) untuk ijazah doktor, spesialis II, akta V.

D.       Pembinaan Pegawai

Yang dimaksud dengan pembinaan pegawai adalah saha yang dijalankan memajukan dan meningkatkan mutu kerja personalia  yang berada dalam lingkungan sekolah baik tenaga edukatif maupun administratif. Cara-caranya :
1.        Melalui usaha sendiri.
2.       Melalui kelompok profesi.
3.       In service training.
4.       Loka karya.
5.      Promosi jabatan
6.      Pemindahan jabatan
Pembinaan pegawai didasarkan pada dua jenis :
1.      Sistem karier
Adalah sistem kepegawaian dimana untuk pengangkatan pertama didasarkan pada kecakapan yang bersangkutan sedangkan dalam pengembangannya lebih lanjut, masa kerja, pengalaman, kesetiaan, pengabdian, dan lain lain
                        Sistem karir dibagi menjadi dua :
1)      Sistem karir terbuka
2)      Sistem karir terutup
2.      Sistem prestasi kerja
Adalah suatu sistem kepegawaian dimana untuk pengangkatan seseorang dalam suatu jabatan didasarkan pada kecakapan dan prestasi yang dicapainya.
Kenaikan pengkat bagi seorang pegawai merupakan suatu penghargaan yang merupakan salah satu bentuk dari promosi. Kenaikan pangkat ditetapkan pada tanggal 1 april dan 1 oktober.
                   Jenis-jenis kenaikan pangkat:
1.      Kenaikan pangkat reguler
2.      Kenaikan pangkat pilihan
3.      Kenaikan pangkat istimewa
4.      Kenaikan pangkat anumerta
5.      Kenaikan pangkat dalam tugas belajar
6.      Kenaikan pangkat menjadi pejabat negara
7.      Kenaikan pangkat karena tugas ke luar negeri
8.      Kenaikan pangkat dalam wajib militer
9.      Kenaikan pangkat penyesuaian ijazah[9]
Cara yang lebih populer adalah melalui penataran (inservice training) baik dalam rangka penyegaran  maupun dalam rangka peningkatan kemampuan tenaga kependidikan. Cara-cara lainnya dapat dilakukan sendiri-sendiri (self propelling growth) atau bersama-sama (collaborative effort).[10]
E.     Pemutusan Hubungan Kerja
Adalah pemberhentian pegawai yang mengakibatkan yang bersangkutan kehilangan statusnya sebagai PNS, pemberhentian yang bersangkutan tidak bekerja lagi tetapi tetap berstatus sebagai PNS dan lain-lain.
                        Jenis-jenisnya adalah :
1.      Pemberhentian karena mencapai batas pensiun
2.      Pemberhentian atas permintaan sendiri
3.      Pemberhentian karena melakukan pelanggaran
4.      Pemberhentian karena tidak cakap jasmani dan rohani
5.      Pemberhentian karena peninggalan tugas
6.      Pemberhentian karena meninggal dunia
7.      Pemberhentian karena hal-hal lain
Pensiun diartikan sebagai jaminan atau kompensasi hari tua dan sebagai balas jasa terhadap PNS yang telah bertahun-tahun mengabdikan dirinya kepada negara, pensiun diberikan pada PNS sendiri, janda atau duda, anak atau ortu PNS yang bersangkutan.
Pemberhentian dengan hormat tenaga kependidikan atas dasar:
1)      Permohonan sendiri.
2)      Meninggal dunia.
3)      Mencapai batas usia pensiun, dilakukan oleh penyelenggara satuan pendidikan yang bersangkutan.
Sedangkan pemberhentian tidak dengan hormat tenaga kependidikan dilakukan atas dasar:
1)      Hukuman jabatan;
2)      Akibat pidana penjara berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, dilakukan oleh penyelenggara satuan pendidikan yang bersangkutan.






Sumber:





Previous
Next Post »

Silahkan Beri komentar dengan sopan...
Komentar tidak boleh mengandung sara...
Terimakasih... ConversionConversion EmoticonEmoticon